Minggu, 24 September 2017 aku menuju Hotel Grand Palace di
Jl. Tentara Pelajar. Sebenarnya Hari itu seluruh peserta FLS2N se – Indonesia
telah berangkat menuju Kota Kupang tetapi apadaya karena awalnya terkendala
biaya terpaksa kami diberangkatkan pada keeseokan harinya. Setibanya di Hotel
kami diberi uang saku. Malam harinya aku dan rekan – rekan berjalan – jalan di
sekitar Pantai Losari sekaligus membeli cinderamata. Setelah itu kami pulang
kembali ke hotel.
Subuh harinya rekanku yang pergi
kloter pertama harus bangun lebih pagi sekitar pukul 04.00 bersiap menuju
Bandara Sultan Hasanuddin, sementara kloter kedua berangkat pada pukul 07.00,
ada satu hal yang tidak terlupakan dimana handphoneku ketinggalan di mobil.
Awalnya aku tenang karena kebetulan panitia yang membawa kami masih berada di
hotel jadi aku menghubunginya dengan handphone temanku, saya mengira panitia
yang membawa kami ini akan marah karena handphoneku ketinggalan tetapi ia biasa
– biasa saja. Sebelum menuju Gate untung handphoneku diantarkan oleh mobil yang tadi dan diambil
oleh panitia.
Kami berangkat sekitar jam 10.00
pagi, pesawat yang kami tumpangi merupakan pesawat air lines sekitar jam 12.30
kami tiba di Bandara Juanda. Untungnya kami tidak transit dan langsung
melanjutkan penerbangan ke Kupang. Sekitar jam 04.00 kami tiba di salah satu
Bandara Nusa Tenggara Timur, Perjalanan ke Kota Kupang tidak terlalu lama.
Hotel kami berbeda bagi peserta baca puisi, Kriya, Vokal Solo, dan Gitar Sola
bertempat di Sylvia Hotek premier dan sisanya di Hotel Swiss – Belinn Kupang.
Sewaktu tiba kami melakukan registrasi dan memasukkan berkas. Setelah
registrasi ternyata Technical meeting
Desain Poster diadakan diruang Kristall Ballroom.
Didalam ruangan di sediakan 68
kursi yang terdiri dari 34 peserta putra dan 34 putri. Awalnya dimulai
perkenalan dengan orang sekitar kita lalu membuat kelompok terdiri dari minimal
6 orang lalu ada kelompok yang ditunjuk untuk menhafalkan nama, asal dan
cita-cita tetapi untung kelompok ku tidak di tunjuk namun setelah itu dibentuk
group berdasarkan nomor urut dalam lembaran buku paduan pelaksanaan, ternyata
aku mendapat nomor urut 03 yang terdiri dari tujuh orang. Kamipun saling
memberitahu tentang nama, asal dan cita – cita setelah itu kami disuruh membuat
yel-yel bagian ini yang paling jelek karena yel-yel kami kurang menarik terus
tampilnya paling terakhir. Setelah itu kami kembali ke meja masing-masing lalu
dipersilahkan keluar dari ruangan.
Kamarku berada di lantai 4 dalam
kamarku terdiri dari 6 orang, 2 pembina dan 4 peserta dari provinsiku
sebenarnya dalam satu kamar hanya ada 2 orang. Saat masuk kamar aku senang
karena kamarnya luas terdiri dari 2 ruangan. Akupun mandi supaya segar kembali
karena saat di pesawat aku megalami Jet
Lag lalu shalat setelah itu aku menuju tempat makan, makanan di sini
rasanya berbeda dari daerahku mulai dari bahan,rempah, dan bumbu kecuali Es
buahnya karena es buahnya lumayan enak. Setelah makan temanku yang berangkat kloter
pertama baru tiba di hotel, ia terlihat sangat lelah. Malampun tiba sekitar
pukul 08.00 lewat kami kembali ke ruangan lomba untuk mengecek persiapan apakah
semua alat yang akan kami gunakan dalam keadaan yang baik. Setelah itu kembali
ke kamar dan tidur. Saat tidur aku mendengar ada suara dokter perempuan tpi aku
menghiraukannya. Pagi hari sekitar jam 05.00 aku bangun mengerjakan shalat
shubuh. Pemandangan dikamar kami indah karena dibelakang hotel ada sebuah
pantai yang bernama pantai pasir panjang.
Selasa, 26 September 2017, Pukul
06.00 lewat aku mandi dan bersiap – siap untuk perlombaan sebelum berangkat aku
menyempatkan Shalat Duha. Jam 07.30 kami para peserta berada di ruangan lomba,
sebelum lomba biasanya aku membaca buku Dzikir sampai para panitia dan juri
tiba diruangan. Sekitar jam 08.30 lewat panitia dan juri tiba dan membagikan
soal mengenai apa tema dari lomba desain poster, sebelum memulai panitia juga
membagikan kertas untuk sketsa poster dan deskripsi yang akan dibuat. Ternyata
pada hari ini kita hanya membuat sketsa poster dan deskripsi saja belum dalam
bentuk digital. Tema posternya adalah bagaimana cara melawan hoax, tema
tersebut hampir mirip dengan tema poster di tingkat provinsiku. Akupun membuat
dulu deskripsinya hingga waktu berlalu akupun membuat sketsanya. Waktu yang
mengerjakan poster cukup dari hingga pukul 05.00. Setelah itu kami
mengumpulkannya ke panitia.
Keesokan
harinya Rabu, 27 September 2017. Bersiap – siap untuk perlombaan sebelum
berangkat aku menyempatkan Shalat Duha lagi. Jam 07.30 kami para peserta berada
di ruangan lomba, sebelum lomba aku membaca buku Dzikir lagi sampai para
panitia dan juri tiba diruangan. Jam 08.00 lombapun dimulai sketsa yang kita buat kemarin dibagikan dan
kamipun membuat poster hingga pukul 05.30 setelah itu kami di bagikan flashdisk
untuk tempat pengumpulan poster.
Malam
harinya aku bersama rekan dari Sulawesi Selatan berjalan jalan di pantai
belakang hotel, malam itu juga ramai banyak peserta dari daerah lain yang
datang. Disana kami menangkap kepiting, bintang laut dan Belut bersama dengan
peserta dari daerah lain tpi sayang yang Menangkap cuman saya karena baik laki
– laki mapun perempuan nggak ada yang berani. Malam itu cukup mengasikkan.
Kamis,
28 September 2017. Pagi hari sekitar pukul 05.10, aku shalat shubuh bersama
temanku. Sekitar pukul 06.00 kami berjalan – jalan di pinggir pantai udaranya
sejuk, angin berhembus tpi sayang banyak anjing yang menggonggong jadi ngerusak
suasana. Jam 07.00 kami kembali ke kamar untuk mandi dan bersiap – siap untuk
makan lalu menuju ruangan Kristall Ballroom untuk mengikuti Seminar Pendidikan
Karakter. Diseminar karakter peserta FLS2N se – Indonesia tingkat SMA berkumpul
di Hotel Swiss Belinn Kristall di ruangan tersebut. Dibawakan oleh seorang
polisi berpangkat Irjen pol. Dari Bali (mungkin kapolda Bali) membawakan materi
tentang materi wawasan kebangsaan, dan
ada juga satu lagi tentang perjalan pendidikan dan prestasi siswa Indonesia.
Ada
peristiwa yang tidak akan saya lupa, setelah seminar saya kembali ke kamar
untuk istirahat tetapi di kamar saya merasa bahwa saya lupa/menjatuhkan
handphoneku (lagi – lagi Handphone) saat seminar. Hanya panik yang saya rasa
saat itu aku langsung menghubungi dengan
handphone pembimbingku yang bernama Pak Ancu handphoneku tetapi saat dihubungi
ngomongnya nggak jelas, saat itu aku mencurigai salah satu temanku karena
biasanya dia jahil taapi ternyata bukan dia juga yang mengambilnya. Setelah itu
aku nggak terlalu peduli biar saja hilang, sore harinya saya bertanya ke Resepsionis Hotel ternyata ada katanya
panitia yang temukan, ia menyuruh saya untuk menghubungi handphone tpi nomornya
nggak masuk, jadi aku mengambil kartu siswaku dulu sebagai bukti. Untung saja
ditemukan karena handphone itu bukan milikku tapi punya Bapak.
Malam
Harinya adalah Malam Apresiasi FLS2N di mana adanya penampilan dan
mengapresiasi karya FLS2N dari seni penciptaan yaitu Desain Poster dan Kriya.
Malam ini juga akan diumumkan para juara. Posterku terpampang di sebelah timur
atau sebelah kanan, aku sempat berjalan – jalan melihat poster peserta lain.
Sebelum pengumuman ada sepatah kata dari Panitia, Bapak Direktorat SMA dan
banyak penampilan baik dari para juri maupun peserta yang sangat menghibur dan
luar biasa ditambah lagi pemutaran film dokumenter FLS2N mulai dari awal sampai
kegiatan Seminar tadi. Setelah semua itu, pengumumanpun di bacakan. Desain
Poster dibacakan pada urutan ke tiga, di layar akan di sebutkan siapa saja yang
masuk nominasi lalu disebutkan urutan juara. Saat mendebarkan ini aku tinggal
tunduk dan ternyata namaku masuk di nomasi dan Alhamdulillah aku juara ke tiga
untuk kategori Desain Poster Putra se – Indonesia.
Jumat,
29 September 2017 seperti biasa tetapi kali ini kami akan pergi shopping
lokasinya berada di luar Kota Kupang. Aku membeli syal dan dompet. Setelah itu
kami menuju Masjid, tidak seperti di daerahku masjid disini hanya hitungan jari
tempat ibadah di sini didominasi umat Nasrani, setelah shalat kembali ke Hotel lalu makan siang. Jam
02.30 kita semua telah bersiap untuk
mengikuti Karnaval Budaya dengan menggunakan pakaian adat , depan hotel Swiss
Belinn Kristall telah dipenuhi seluruh peserta FLS2N se Indonesia baik SMA
maupun SMK, berkumpul membentuk kontigen berdasarkan daerah perwakilan. Kamipun
antre dan berjalan dari Hotel sampai ke Subasuka Paradise. Pas tiba kami diberi
cemilan dan duduk dikursi yang telah tersusun di tempat terbuka. Upacara Penutupan
dan Pameran Seni dimulai, acara ini meriah sekali karena banyak peserta yang
ikut berpartisipasi dengan beragam jenis
baju adat. Penutupan di tutup oleh Bapak Kementerian Pendidikan Indonesia yaitu
dr. Muhadjir Effendy. Diakhir acara ada sebuah kembang api yang cukup lama
menghias langit. Setelah itu kami kembali ke hotel dengan naik bus.
Setelah
acara kami dari kontigen Sulawesi Selatan berjalan – jalan di Kota Kupang di
kawasan penjual warung makan, warung makannya berada di satu jalan berjejer
lurus dan tanjakan. Kami di traktir oleh Bapak yang telah membawa kami berjalan
– jalan. Makanan disana sangat terasa, Ikannya sangat gurih karena memiliki
bumbu khas, ada juga Cumi yang enak banget karena ditumis dan bumbu khasnya, ada
juga udang bakar, dan terakhir ditemani dengan Jus alvokado. Malam itu aku
sangat puas dan senang sekali.
Hari
terakhir, Sabtu, 30 September 2017. Kami berkemas barang tetapi sebelum ke
bandara, Kami menyempatkan diri pergi melihat tempat pembuatan dan penjualan
alat musik sasando. Ternyata sasando alat musik yang keren walaupun memainkannya sulit, harga
kisaran sasando 1 sampai 4 jutaan berdasarkan ukuran dan jumlah senar. Setelah
itu kamipun kembali ke hotel dan menunggu bus untuk ke bandara. Kamipun kembali
ke daerah masing - masing perjalan ini
dihiasi banya kebahagiaan, keceriaan, haru, dan diakhiri dengan tangis walaupun
aku biasa – biasa saja dibandingkan temanku yang selalu ceria dan menangis saat
berpisah dibandara.
Terimah Kasih inilah Pengalamanku yang Tak terlupakan
Comments
Post a Comment